You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Kondisi Korban Selamat Lift Jatuh Semakin Membaik
photo Izzudin - Beritajakarta.id

Korban Luka Lift Nestle Makin Membaik

Abdul Rahman (20), satu korban lift jatuh di Wisma Nestle Tower B perkantoran Arkadia, Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kondisinya makin membaik.

Belum diperiksa. Korban yang masih hidup sekarang kondisinya stabil

Abdul yang merupakan karyawan cleaning service kini dirawat intensif di RS Marinir Cilandak, Jakarta Selatan. Korban diketahui

mengalami patah tulang parah di beberapa bagian tubuhnya.

Lift dan Gondola di Kantor Walkot Jakpus Diperiksa

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Wahyu Hadiningrat menuturkan, Abdul Rohman saat ini kondisinya sudah stabil. Namun, belum bisa dimintai keterangannya.

"Belum diperiksa. Korban yang masih hidup sekarang kondisinya stabil. Saya belum pasti. Yang jelas kondisi stabil," kata Wahyu, Jumat (11/12).

Sementara itu, Ana (26), sahabat korban mengatakan, saat ini Abdul Rahman sudah sadarkan diri dan bisa berkomunikasi dengan rekan-rekan yang datang menjenguknya. Akan tetapi, usai kecelakaan itu kondisi korban masih mengalami trauma yang cukup berat.

"Dia masih syok berat. Bicaranya belum banyak," terang Ana.

Secara terpisah, Vice President Head of Corporate Communication PT Nestle Indonesia, Nur Shila Chirstianto mengatakan, pihaknya selalu melakukan pendampingan terhadap keluarga korban meninggal dunia dan korban yang selamat.

"Kondisi Abdul saat ini masih pemulihan," ujar Nur.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye12486 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1380 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1368 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1318 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye1026 personBudhi Firmansyah Surapati